Pengabdian Masyarakat sebagai Media Penguatan Empati Sosial Mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura
Keywords:
empati sosial, pengabdian masyarakat, mahasiswaAbstract
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan tanggung jawab kemanusiaan. Mahasiswa sebagai calon pendidik dituntut mampu menginternalisasi nilai-nilai karakter melalui pengalaman nyata di tengah masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat menjadi media yang efektif untuk menumbuhkan empati sosial melalui interaksi langsung dengan kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura dalam menumbuhkan empati sosial melalui program pengabdian masyarakat di Desa Lean, Bunutan, Kabupaten Karangasem. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 12 orang, yang terdiri atas 8 mahasiswa peserta program pengabdian masyarakat dan 4 informan masyarakat Desa Lean sebagai mitra kegiatan. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada periode kegiatan pengabdian masyarakat tahun 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian masyarakat berperan signifikan dalam menumbuhkan empati sosial, yang tercermin dalam meningkatnya sikap kepedulian, solidaritas sosial, tanggung jawab terhadap lingkungan masyarakat, serta kemampuan mahasiswa memahami kondisi sosial masyarakat secara reflektif. Selain itu, kegiatan pengabdian masyarakat juga memperkuat internalisasi nilai-nilai kearifan lokal Bali seperti menyama braya, tat twam asi, dan Tri Hita Karana dalam praktik sosial mahasiswa. Secara teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pendidikan karakter berbasis pengabdian masyarakat dengan menegaskan bahwa pengalaman sosial langsung merupakan mekanisme efektif dalam membangun empati sosial mahasiswa melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal.








